Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

rumah yang menanti kepulanganmu

aku akan sedikit bercerita. sebenarnya banyak hanya saja aku tidak ingin dikatakan terlalu banyak ngomel disini :) dan secara terang-terangan aku akan berbagi mengenai sesuatu hal yang saat ini menimpaku pun beberapa orang di sekitarku. berbicara tentang sebuah rumah yang tertumpuk puluhan rindu ( mengapa dikatakan puluhan karena aku tidak ingin menyebutnya terlalu banyak ) tentang sebuah nama yang tercipta untuk menyatukan dua latar belakang pemikiran yang berbeda. tentang sebuah tempat yang menyimpan impian-impian kreatif anak muda. mengenai hidup dan hidupnya para pejuang impian. tentang rumah yang senantiasa menanti kepulanganmu. dialah Rumah Seni. aku tahu, bahkan sangat tahu. atau mungkin ada beberapa hal yang belum kuketahui dan aku berdoa semoga Allah memaklumi itu. aku menyadari satu hal, bukan ingin disebut sebagai yang berwenang disini. karena aku adalah bagian dari mereka. sama-sama berjalan dengan mereka. anak-anak muda yang mengajarkan banyak hal kepadaku. tent...

dan inilah mantranya

aku kembali menyandarkan badan ke dinding kayu dan membalik halaman diary-ku yang kosong. aku bubuhkan tanggal hari ini. aku tarik napas panjang dan aku mulai menggoreskan penaku : hidupku selama ini membuat aku insaf untuk menjinakkan badai hidup, "mantra" man jadda wa jadda saja ternyata tidak cukup sakti. Antara sungguh-sungguh dan sukses itu tidak bersebelahan, tapi ada jarak. Jarak ini bisa hanya satu sentimeter, tapi bisa juga ribuan kilometer. jarak ini bisa ditempuh dalam hitungan detik, tapi bisa juga puluhan tahun. jarak antara sungguh-sungguh dan sukses hanya bisa diisi sabar. Sabar yang aktif, sabar yang gigih, sabar yang tidak menyerah, sabar yang penuh dari pangkal sampai ujung yang paling ujung. sabar yang bisa membuat sesuatu yang tidak mungki menjadi mungkin, bahkan seakan-akan itu sebuah keajaiban dan keberuntungan. padahal keberuntungan adalah hasil kerja keras, doa, dan sabar yang berlebih-lebih. bagaimanapun tingginya impian, dia tetap wajib dibela...

selamat pagi, kenangan .

tidak mengherankan, sudah berkali kali aku membuka blog ini tapi tak juga aku tulis sedikitpun kata disini. tiba tiba ada sebuah reminder, yang memanggilku untuk kembali menyentuhmu. secangkir susu tiap pagi sebagai pengganti sarapanku. segelas air putih (meski aku tidak biasa) tapi sekarang mulai membiasakan setiap pagi, karena apa? ya, sudah dari september awal lalu hingga sekarang aku sedikit terganggu dengan yang namanya batuk. entahlah aku pikir ini sebuah peringatan bodoh untuk istirahat tapi tak pernah kuindahkan. mungkin ini akan menjadi awal bagiku, kembali kepada diriku yang dulu. saat aku tidak memiliki tempat untuk berbagi.  tempat yang selalu menerimaku, meski kadang sering terlupakan . jujur saja, aku sedang tidak dalam kondisi yang baik. dan mungkin beberapa orang yang sering berinteraksi denganku akan menegurku, beberapa yang lain akan diam karena itu bukan urusan mereka atau mungkin lelah menegurku. itu bukan menjadi masalah. aku harus kuat, meski...