Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012
"Plato, seorang filsuf besar pernah bilang bahwa nantinya dalam kehidupannya, setiap manusia akan terjebak dalam sebuah gua gelap yang berisi keteraturan kemapanan dan mereka senang berada di dalamnya. karena mereka terbuai dengan segala kesenangan disana dengan apa yang telah mereka capai, hingga akhirnya mereka takut keluar dari gua tersebut. Mereka memang bahagia, tetapi diri mereka kosong dan mereka gak pernah menemukan siapa diri mereka sebenarnya... mereka gak punya mimpi"

finding 5cm, finding my self

lately, ada yang heboh sama dunia film. jujur gue gak begitu suka nonton film. biasanya kalo gak dibayarin ya nunut nonton film di leptop orang. dan kalo gak banyak yang bilang bagus gue juga gak bakalan nonton tuh film. gue milih mending baca novelnya(kalo ada) ketimbang nonton film. dan ketika gue baca,  ni hati  bilang bagus. pasti deh, gue langsung tancap gas ngajuin proposal ke orang yang bisa nemenin gue nonton. contohnya ayat ayat cinta , ketika cinta bertasbih, dan perahu kertas. itu semua novel yang udah kebaca sampe abis sama gue dan narik hati gue buat ditonton filmnya. well, ada lagi film yang bakal bikin gue gak bisa tidur nih *lebay. kata orang sih filmnya bagus. gue gak pernah percaya sebelum gue baca duluan tuh novel. dan yak!!! pikirku mereka semua bener. itu novel bener bener keren. ngingetin gue dulu yang begitu antusias pengen buat buku yang hampir sejalan sama ceritanya 5cm. itu novel seakan nampar gue. mana gue yang seantusias dulu?? dulu udah mulai ja...

disitulah bahagia itu berbicara

aku mulai bosan membicarakan perasaanku kepada dinding dinding kelabu yang dianggapnya tabu. kakiku mulai kering menapaki parahnya prasangka bumi kepada hujan lelah tersisa ketika kucoba berlari merintis sedih. berharap ada bahagia yang sedang meringkuk malu di ujung tangis. sayup tanganku tak mampu lagi menengadah, menampung mimpi mimpi yang terucap dari sebait doa. telinga yang mulai penuh, tertutup kebencian dan kegelisahanku sendiri. cukup, mereka semua tak bisa bicara, sekalipun hanya untuk mengais perhatian kepada sang hujan. apalagi berteriak di tanah lapang yang tiada satupun orang mendengar. ucapnya , kebahagiaan itu bukan disana tempatnya.  tapi disini. di tempat yang tak pernah kutengok. dekat sekali, teramat dekat dengan nafasku yang kadang tersengal. disitulah kebahagiaanku berbicara. berbicara tentang dunia yang begitu lembut.  mungkin karena tak ada seorangpun yang bisa menjamahnya. Tuhan menyebutnya hati nurani....

impressing love

we're backkkk !!! wow ternyata susah banget nyari waktu buat kumpul kumpul sama kalian.wahai riva, dinda, ijaah. kita gak bakal bisa ngumpul kayak gini kalo gak pas kemaren sabtu itu hari merucutnya si dinda ke dunia yang fana ini. yes, actually gadis yang berbapak-kan Pak Nasution dan beribukan Mak Sum ini adaalaah sodara gue. untuk sekian kalinya gue musti terpaksa dan tersiksa ngakuin dia sodara gue. wkwk astaghfirullah cuma becanda loo ini *hug. but she is really my bests when i was on jhs and till now still be my bests. gak ngerti bawaanya kalo ketemu mereka itu berasa ada tawuran antar pelajar. hebohnya masyaAllah... sampe ibuknya atau bapaknya kemaren bilang ," tamunya bertiga tapi kog ramene... ckck" seneng deh si dinda udah 18 thn , usia yang cukup buat punya pacar *eh. entahlah.. usiamu elo sendiri yg ngejalanin. keep on your life, moving on... buat elo si dinda ariyati(bener gak tulisanya?? wkwk) atau nama beken-nya dinda nasution *merampas nama bapakn...

pandanaran art festival

heloo bloggers, 15 Desember 2012 hari sabtu lalu, aku nyempetin datang ke acara seni yang katanya terbesar di kota Semarang nih . alhamdulillah punya kesempatan buat kesana, tadinya gak tau sih kalo ada acara begituan. karena kebetulan lewat, mampir deh. dan gak nyesel datang kesana. seru abis. dan menurutku, ini contoh festival yang bermutu . nampilin seni dari berbagai macem jenisnya deh, atraksi seni tari, musik, fotografi ,lukisan dan banyak deh. ini nih, sepenggal suasana malam minggu lalu di sepanjang jalan pemuda Semarang -Pandanaran Art Festival- -atraksi panggung seni- hehe sekian aja ya, bye :) tetap semangat menyongsong kehidupan seni :)

jika ini tulisan terakhirku

anggap saja ini tulisan terakhirku. entah benar atau tidak. hanya sepenggal takdir yang mampu menuliskannya. ketika mataku terbuka dan aku menyadari bahwa kegiatan bernafas masih menjadi aktivitas pertamaku untuk melanjutkan hidup meskipun hanya untuk sekian detik lagi. oh aku masih hidup? itu rahmat, itu hadiah dari Tuhan. tapi aku selalu berpikir, jika saja hari ini. ketika untaian kata tertulis dalam nada nada ketakutan. ini adalah rasa takutku yang terakhir. karena esok tak ada lagi rasa takut. semua tenggelam bersama rasa sakit .saat nyawa ini menembus batas dua dunia. hidup dan mati. hidupku tak lepas dari prasangka untuk menghadapi kematian. ya.. pikirku tiap harinya adalah kematian bagiku. setiap hari pikiranku dihantui oleh perasaan untuk mati. ya menunggu kematian ! jika saja ini memang tulisan terakhirku. aku bersyukur masih diberi kesempatan berbagi duniaku dalam rangkaian kata yang lahir dari perasaan takut . aku hanya ingin berbicara kepada semua orang. saat mereka se...

seniman

Mungkin kau merasa tidak bisa menggambar dengan bagus, tidak pula memiliki suara emas, gerakan payah tidak bisa menari, dan sebagainya. Tidak bisa menciptakan satu pun kaya seni dari tanganmu dan merasa satusatunya seni dalam tubuhmu hanyalah air seni. Maka ini semua bukan tentang itu. Seni adalah tentang memaknai. Memaknai lukisan, memaknai suatu karya, memaknai hidup. Hanya satu hal yang perlukan untuk menciptakan seni yaitu memberi makna. Seluruh hidupmu, gerak-gerikmu, tingkah lakumu, pemikiranmu, akan menjadi sebuah seni ketika kamu mau memaknainya. Maka teruslah memaknai hidupmu dan jadilah seorang seniman. (Mustaqim, 2010) dalam buku Memandang Dunia

tertawalah!

ada salah seorang berkata padaku : aku melihatmu, melihat matamu yang pedih akan beban hidupmu. bukan karena terlalu banyak bebannya. tapi karena kau belum menemukan seseorang yang berhasil menghapuskannya. aku tahu perasaanmu, kau bahkan sudah merasa bosan kepada palsunya dunia. jangan bunuh diri atau mengakhiri hidupmu dengan penyesalan. kau hanya perlu berpindah tempat dimana kau lebih mudah meraih tawamu. tempat dimana kau lupa bahwa kau pernah hidup dalam kejenuhan. aku sangat tahu. matamu berbicara apa yang tak sempat kudengar. bertemulah dengan orang-orang baru yang membuatmu gila . karena dengan itu kau akan lupa bahwa kau pernah merasa hidupmu itu membosankan. ingat, bukan usia yang memakan tawamu.  tersenyumlah....tidak ... tertawalah!