Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

aku baik-baik saja

malam bungkam, sunyi dan tak ada gemercik air hujan saat itu denting jam seakan menerka apa yang sedang berputar di fikiranku kupandangi foto kusam seorang lelaki tua yang kucintai dia ayahku, namun waktu memakan segala kerinduanku padanya terucap nada kasih dan doa indah dari mulut anakmu yang sedang berharap hadirnya bayangmu memelukku tetesan air mata mengalir dan mengering di pipi inginku kau bisa mengerti , disini aku baik-baik saja hanya terkadang memori tentang dirimu terekam jelas yang selalu membuatku merasa sakit dada ini sesak, karena terlalu banyak menyimpan rasa rasa rindu yang kini bergejolak menahan setiap hembusan nafasku yang tersengal aku rindu padamu ayah walau dunia kejam memisahkan kita semoga Tuhan menjagamu karena doaku menyertaimu rinduku tak kan terapus oleh garis-garis zaman yang melukiskan hidupku aku akan tetap hidup dan mendoakanmu selama Tuhan masih mengijinkanku merindukanmu dalam doa dan tangisku. sekali lagi aku baik-baik saja Ayah da...

malam di Semarang

 ( bersama dwi cipta ) kita tersesat di kota tua dengan angin yang selalu muda daun pintu, kita dikepung banyak perangkap masa lalu adalah hari ini katamu. bagaimana aku harus mempercayainya dan menerima sebagai kebenaran jika dulu, di sini, di tempat tujuan kita, semata laut. dan sungai yang pernah dilewati kapal tak bisa dicium bekasnya lagi yang mungkin sebagian jadi jalan; jadi hotel; jadi terminal. tubuhmu yang diserang demam, hantu masa lalu yang memerangkap lewat atap bis ekonomi di sini, kini, kuterima igauanmu serupa bisikan. kurasa segalanya berpulun. tak ada yang sungguh usai. kita mengenang sejarah sebagai catatan hari ini. kota lama, agustus yang kemarau, lewat dengan biasa-biasa saja bahkan terlampau sederhana orang-orang menggumamkan sumpah lama yang terus dilafazkan di antara bendera warna -warna aku melihat masa depan yang rumit. apa yang seharusnya kita sebut sebagai kenangan ? jika peristiwa melulu sama. sakit dan rasa dendam. ada yang ...