Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

Aplikasi Seven Segmen ATMega16 dengan CVAVR

Postingan kali ini bertujuan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh guru Jurusan mengenai ATMega16. Dan materi ini diambil dari : http://kecoakacau.blogspot.com/2011/02/aplikasi-seven-segmen-atmega19-dengan.html. Seperti kita ketahui Seven segmen adalah suatu komponen elektronika yang digunakan untuk penampil angka.  Dalam Post ini akan dijelaskan cara menampilkan seven segmen tetapi dengan bahasa pemrograman yang berbeda yaitu dengan menggunakan bahasa pemrograman CVAVR atau Code Vision AVR. Hardware Hardware penampil seven segmen adalah sebagai berikut. Program CodeVisionAVR #include (mega16.h) #include (delay.h) void main(void) { unsigned char seven[10]={0b11000000,0b11001111,0b10100100,0b10110000,0b10011001,0b10010010,0b10000010,0b11111000,0b10000000,0b10010000}; unsigned int n=0; DDRC=0xFF; while (1)       {       PORTC=seven[n];       delay_ms(100); ...

Daun dan Batu

aku berjalan, menghantam angin kencang yang menghalangi langkahku ya hidup ini berat karenanya kakiku tak lagi ramah pada daun-daun yang berserakan di tanah tak juga pedulikan batu-batu mungil yang berlaku kasar terhadapku semakin jauh aku melangkah dosaku kepada daun-daun itu semakin besar perasaan kepada batu-batu mungil kian menyakitkan entah apa yang membuat dunia tampak tak adil di mataku aku berhenti dalam sebuah jejak panjang memperhatikan daun dan batu yang setia menemani setiap langkahku tertatih aku bertanya heran tentang daun itu, mengapa kelembutanmu membuatku tak rela melukaimu? aku bertanya dengan sangat lembut pada batu itu mengapa kau begitu keras dan menyebalkan bagiku ? serentak mereka menjawab karena aku ingin berjalan bersamamu menjadi saksi bisu perjalanan menuju kesuksesanmu mendengarnya , aku sangat berterima kasih dan menjadikan mereka teman dalam suka dukaku di setiap tanah yang menerima mereka menyambut kedatanganku . ...

the patient

A groan of tedium escapes me, Startling the fearful. Is this a test? It has to be, Otherwise I can't go on. Draining patience, drain vitality. This paranoid, paralyzed vampire act's a little old. But I'm still right here Giving blood, keeping faith And I'm still right here. Wait it out, Gonna wait it out, Be patient , wait it out. If there were no reward, No loving embrace to see me through, This tedious path I've chosen here, I certainly would've walked away by now. Gonna wait it out. If there were no desire to heal A damaged and broken man along This tedious path I've chosen here I certainly would've walked away by now. And I still may ... sigh ... I still may. Be patient. I must keep reminding myself of this. And if there were no rewards to reap / heal, loving embrace to see me through This tedious path I've chosen here, I certainly would've walked away by now. And I still may. Gonna wait it out.

Dibalik Sebuah Tangisan

Sejenak kupejamkan mata, menelan semua kepahitan hidup yang terkadang memaksa kita menitihkan air mata. Akan seperti apapun usahanya untuk menutupi dan menghentikan tetesan air mata , semua itu hanya bagian dari usaha yang akan sulit terwujud dalam menghentikan sebuah tangisan. Hati nurani memang tak pernah berkata dusta tentang perasaan seseorang terhadap sebuah kesedihan, kebahagiaan, kerinduan, kekecewaan, kekaguman atau bahkan kasih sayang yang bisa menjadi alasan demi menetesnya air mata. Menangis itu indah saat kita bisa berbagi sebuah tangisan bersama orang yang kita sayangi. Menangis itu menyedihkan ketika orang yang kita tangisi tak pernah mempedulikan kita. Menangis itu istimewa saat setiap tetesan air mata jatuh di tangan seseorang yang kita sayangi sedang menggenggam tangan kita. Menangis itu mengharukan saat selembar kertas berisikan tentang puisi kerinduan terhadap orang yang telah tiada terbasahi  oleh tetesan air mata. Menangis adalah kerinduan saat seorang ke...