Ada hari-hari dimana
keburukan seperti mengumpul dan menjadi palu godam yang menghantam nasibmu.
Ada hari-hari dimana engkau merasa telah melakukan segalanya sebaik-baiknya, mengikuti dengan hati-hati semua jalan Tuhan, tapi yang engkau terima adalah dukacita.
Ya, secara kemanusiawi kita wajar berteriak histeris, memaki-maki, dan mempertanyakan dimana keadilan Tuhan. Ya, sebagian besar orang yang pernah hdup di muka bumi ini akan melakukan hal yang sama, untuk semua hal buruk yang terjadi maka jawaban yang paling masuk akal adalah menyalahkan apa saja, siapa saja, selain diri sendiri tentu saja.
Tapi jika engkau memilih menerima dengan besar hati dan bersyukur atas semua 'keburukan' yang terjadi, akan engkau temukan di akhir hari bahwa Tuhan hanya menggoda.
Ada hari-hari dimana engkau merasa telah melakukan segalanya sebaik-baiknya, mengikuti dengan hati-hati semua jalan Tuhan, tapi yang engkau terima adalah dukacita.
Ya, secara kemanusiawi kita wajar berteriak histeris, memaki-maki, dan mempertanyakan dimana keadilan Tuhan. Ya, sebagian besar orang yang pernah hdup di muka bumi ini akan melakukan hal yang sama, untuk semua hal buruk yang terjadi maka jawaban yang paling masuk akal adalah menyalahkan apa saja, siapa saja, selain diri sendiri tentu saja.
Tapi jika engkau memilih menerima dengan besar hati dan bersyukur atas semua 'keburukan' yang terjadi, akan engkau temukan di akhir hari bahwa Tuhan hanya menggoda.
Kutipan di atas adalah
bentuk kekaguman saya kepada Bapak M.Arief Budiman, dialah penulis buku “Tuhan
Sang Penggoda” yang sempat menyita perhatian saya. Membuat saya rela
menghabiskan waktu untuk menelan kalimat demi kalimat yang terkandung dalam buku
tersebut. Terima kasih untuk buku yang telah memberi saya sedikit garam ketika
saya mulai merasakan hambar dalam kehidupan ini. Buku yang luar biasa
menginspirasi bagi saya, entah bagi orang lain saya tidak cukup peduli, hehe.
Buku ini menjawab semua
keraguan saya dalam menentukan jalan hidup, memberi gambaran tentang adanya
cahaya ketika yang saya lalui masih saja seperti gelapnya gua tak bernyawa.Mengajarkan
saya tentang bagaimana mengerti maksud Tuhan, dalam segala hal, seperti ketika
Tuhan disebut sebagai penggoda misalnya. Saya tidak tahu, entah kebetulan
berjodoh atau bagaimana, saya seperti jatuh cinta pada buku itu, sejak membuka
lembar pertama dan kemudian memberikan kesan yang begitu mempesona.
Mengesankan sekali jika
saya diberi kesempatan membeli buku itu dengan harga yang sesuai kantong saya
pastinya atau akan lebih luar biasa gembira jika ada yang memberi, hehe. Itu buku
recommended! Buat saya pastinya :)
Komentar
Posting Komentar