Kamu, dengan gamang menatapku.
Sorot matamu yang lemah ,
Isyarat rindu yang tak pernah lengah
Membiarkan waktu terus memanggilku
Menggelitik dalam tangisan hujan
Wajah cinta yang kau temukan dalam diriku
Kau aduk dalam manisnya senja yang merekah
Senyummu menitik pada setiap lukisan senja
Bertabur guratan tawa yang memberi rasa pada jingga
Jangan menatapku terlalu dalam, seakan aku hampir tenggelam
Dalam luapan kasih yang kau tumpahkan, karna tak sanggup kau menyimpannya
Biarkan Tuhan menjadi saksi, dalam jarak yang tak terlihat oleh batin kita
Biarkan waktu yang memberi arti, dari menunggu sebuah keabadian.
Masihkah kau menungguku? seperti senja yang menunggu malam?
Akankah kau tetap mencintaiku? Seperti senja yang setia kepada jingga?
Pada sepotong senja yang tersipu malu, aku mencintaimu tanpa ragu.
Cinta, tetaplah menjadi lelaki di ujung senja.
Komentar
Posting Komentar