Langsung ke konten utama

malam di Semarang

 ( bersama dwi cipta )


kita tersesat di kota tua
dengan angin yang selalu muda
daun pintu, kita dikepung banyak perangkap
masa lalu adalah hari ini katamu.
bagaimana aku harus
mempercayainya dan menerima
sebagai kebenaran jika dulu, di sini,
di tempat tujuan kita, semata laut.
dan sungai yang pernah dilewati kapal
tak bisa dicium bekasnya lagi
yang mungkin sebagian jadi jalan; jadi hotel; jadi terminal.
tubuhmu yang diserang demam,
hantu masa lalu yang memerangkap
lewat atap bis ekonomi
di sini, kini, kuterima
igauanmu serupa bisikan.
kurasa segalanya berpulun.
tak ada yang sungguh usai.
kita mengenang sejarah sebagai catatan hari ini.
kota lama, agustus yang kemarau, lewat dengan biasa-biasa saja bahkan terlampau sederhana
orang-orang menggumamkan sumpah lama yang terus dilafazkan
di antara bendera warna -warna aku melihat masa depan yang rumit.
apa yang seharusnya kita sebut sebagai kenangan ?
jika peristiwa melulu sama. sakit dan rasa dendam.
ada yang menjaganya, katamu-kubayangkan kau menunjuk parade lambang dan warna-warna berjuntaian dari kampung sebelah.
dan kau masih bertempur dengan hantu masa lalu
dan nyaris bisa membunuh ddemam di tubuhmu
kesakitan yang ditorehkan sejak manusia pertama ada.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

tulisan tentang sahabat

tidak ada sahabat sejati ,yang ada hanya kepentingan. persahabatan itu adalah tanggungjawaban yang manis bukannya peluang. sahabat adalah keperluan jiwa yang mesti dipenuhi. dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih, dan kau subur dengan rasa terima kasih . sahabat sejati adalah mereka yang sanggup berada di sisimu ketika kamu memerlukan sokongan, walaupun saat itu mereka sepatutnya berada di tempat lain yang lebih menyeronokkan. sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun , dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

tentang aku

begini saja, kali ini saya mau bercerita tentang diri saya sendiri, bukan bermaksud lebay atau narsis ya. hanya menggambarkan sesosok manusia yang pasti akan berlaku bagi manusia yang lain. hanya saja saya memberi nama "aku" biar kesannya itu lambang dari diri kita masing masing. mudeng gak saya ngomong apaan? kalo gak mudeng jangan lanjutkan membaca yaa, hehe aku adalah setitik bintang, dan bila terlihat dari jauh aku sangat kecil. di setiap malam, aku bersinar menerangi langit yang gelap. namun tak jarang aku pun redup ketika kehidupan memaksaku untuk tidak bersinar meski itu hanya sejenak. sebenarnya bukan meredupkan cahaya, tetapi kegelapan malam yang lebih mendominasi langit saat itu. begitulah manusia..... terlihat kecil bila dibandingkan dengan seisi bumi ini.kadang dia  bersinar dalam jiwanya ketika bahagia datang , namun redup bukan karena bahagianya berkurang, melainkan  kesedihan sedang merampas rasa bahagianya. aku dan bintang itu sama . sama sama punya kewajib...

pr lagi pr lagi , hambreeem

kali mau jawab pr dari orang" yang berbeda deeeh. sii adek adek imut dillaa dan Anisa Putria A trus juga buat my lovely friend nih sept sepptt. gaperlu tak tunjukin rulesnya yaaah, kan kalian semua udah tau, hehehe okeee, let's check. 11 opini tentang diriku sendiri :   1. diem kalo gak kenal. cuwawakan kalo udah akraaab banget.   2. suka sama dunia sastra ,   3. suka banget kalo ada yang curhat sama aku yang semoga aku juga bisa ngasih solusi ke orang itu   4. tapi aku malah orangnya jarang banget bisa cerita sama orang tentang kisahku,   5. kata temen" aku adalah PEMBOHONG (TUKANG TIPU) padahal enggak deng, sumfaaah.hahah   6. gampang banget kalo diajak maeen, soalnya aku bosen banget kalo dirumah, huh   7. yang musti kalian tau, aku maemnya banyak hlooo, tapi gak gemuk gemuk, huuuuh   8. gatau kenapa aku gampang ngluarin air mata pas malam hari, tanpa alesan yang jelas( #ups itu rahasia      besarku hloo ...